Kemaren sore selepas mandi, aku begitu tersentak mendengar kabar kematian salah seorang teman…
Arip, demikian ia biasa kami panggil… seseorang yang dulu pernah tinggal bersama kami di kost Gebang lor. Masih sangat muda, bahkan mungkin tak berbeda jauh dengan usiaku. Teman yang ramah, easy going dan sangat energic dalam pandanganku… tapi siapa sangka Tuhan begitu cepat memanggilnya…
Arip baru menikah beberapa bulan yang lalu dan setelah itu pindah ke tempat istrinya di Ponorogo. Seingatku, belum ada setahun ia membina rumah tangga. Aku tak sanggup membayangkan bagaimana perasaan istri dan keluarga yang ditinggalkannya… Ya Allah berikanlah mereka ketabahan atas ujian ini…
Kabar yang ku dengar, dia mengalami penumpukan cairan di paru-paru. Suatu hari dia melakukan perjalanan Jombang – Ponorogo menggunakan depeda motor dan waktu itu kondisi hujan. Sesampainya di Ponorogo ia mengeluh dadanya sakit dan berdasarkan hasil diagnosa dokter dokter, harus di operasi untuk mengeluarkan cairan di paru-parunya. Rabu kemaren dilakukan operasi (sampai dipasang selang) dan jumat sorenya dia menghembuskan nafas terakhir. innalillahi wainna ilaihi roji’un…
“Tiap-tiap yang berjiwa pasti merasakan mati”, mungkin kita semua telah mafhum akan hal itu. Akan tetapi yang mungkin sering kita lengah dan lupa adalah bahwa kematian itu bisa datang kapan saja, tanpa memandang apakah kita sehat atau sakit, muda atau tua bahkan anak2 sekalipun… Semoga kita bisa memetik pelajaran dari kejadian ini dan kita bermohon kepada Allah semoga kita bisa menutup lembaran hidup kita dengan khusnul khotimah amin…
Selamat jalan sobat, suatu saat kami pasti menyusulmu…
Filed under: Corat-Coret




