“Gerakan mata Kontrol Kursi roda” begitulah judul salah satu tulisan pada halaman depan Metropolis (Jawa Pos) edisi sabtu, 9 februari 2008. Aku sempat membacanya lewat jawapos.com sehabis subuh, mungkin sebelum orang-orang sempat membaca versi cetaknya. Untuk melihat tulisan aslinya, klik jawapos29.pdf dan jawapos43.pdf.
Beberapa saat kemudian banyak sekali sms masuk ke hp-ku, intinya mengucapkan selamat atas karya tugas akhirku yang dapat nilai A dan pada hari itu dimuat di koran (makasih mbak ara JP atas tulisannya…) dan salah satu sms yang sangat berkesan aku terima dari ibu kost-ku Mbak Ita, karena dalam tulisannya tidak hanya berisi ucapan selamat tapi juga doa yang kangsung aku amin-kan pada saat itu.
Aku sangat bersyukur atas semua ini, sungguh ini merupakan bagian dari rangkaian nikmat-nimat Allah yang tiada sanggup bagiku untuk menghitungnya, mungkin juga Allah ingin menguji seberapa bersyukurnya aku atas nimat-nikmat itu.
Beberapa waktu yang lalu, keajaiban juga aku rasakan saat ikut tesf TOEFL di UPT sebagai syarat kelulusan. Melihat proses test yang aku ikuti, rasanya tipis harapan untuk lulus karena malamnya aja aku masih lembur buat buku TA jadi nggak sempat persiapan, makanya beberapa hari kemudian aku coba daftar lagi. Tapi justru pada saat mo daftar lagi itulah aku tau bahwa ternyata aku udah lulus dengan skor 500 melebihi threshold untuk lulus di ITS (450).
Aku terharu, air mataku ingin menitik… Ya Allah, ini nikmat atau ujian?… aku lantas teringat sebuah ayat:

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan…?” Ya Allah, jadikankanlah hambamu ini ‘Abdan Syakuro, hambamu yang pandai bersyukur…
bersambung…
Filed under: Corat-Coret





Subhanallah… Maha suci Allah..
Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT
yg mengkaruniakan ilmu kpd manusia..
Jo.. minta izin baca blog mu ya..
utk menambah ilmu ku…
Jazakallah…..